Doa itu senjata sakti dan kadang disepelekan harakah Islam dalam banyak waktu. Doa juga ibadah, bahkan ibadah paling agung, seperti disebutkan di salah satu hadits. Doa itu senjata yang tidak pernah meleset, panah yang tidak pernah gagal mengenai sasaran, benteng kokoh tempat berlindung insan Muslim dan gerakan dakwah dari tindakan makar pembuat makar, kebengisan diktator, dan kesombongan orang sombong. Kepada siapa Anda berdoa, jika tidak kepada Allah Ta’ala? Kepada siapa Anda meminta, jika tidak kepada Dzat yang memiliki segala-galanya? Kepada siapa Anda berlindung, jika tidak kepada Allah Ta’ala, yang merupakan pemilik langit, bumi, dan apa saja yang ada di antara keduanya, serta jikaberkata kepada sesuatu, “Jadilah,” maka sesuatu itu menjadi ada? Dengan dzikir dan doa, orang Muslim secara umum dan aktivis Islam secara khusus berlindung kepada Allah Ta’ala, sebagaimana budak ketakutan berlindung di rumah tuannya. Aktivis Islam membutuhkan Allah Ta’ala, baik dalam urusan dunia, atau akhirat, atau dakwah, atau amar ma’ruf nahi munkar, atau gerakan jihad, atau kesulitan, atau kemakmuran, atau perang, atau masa damai mereka.
Seorang yang terdiri dengan banyak cairan darah, biasanya sanguinis, empedu kuning dengan koleris, phlegmatis diwakili dengan lendir, dan melankolis diwakili dengan empedu hitam. dan master altruis apabila memiliki dominasi yang seimbang dari keempatnya.
Di dalam buku tersebut ke-4 sifat ditulis (sekaligus utk menunjukkan emosi yang menonjol dari masing2 sifat!?) sebagai Sanguinis Populer (periang, ekspresif, spontan, populis), Melankolis Sempurna (analitis, teratur, perasa,perfeksionis), Koleris Kuat (bakat pemimpin, percaya diri, persuasif, kemauan kuat), dan Phlegmatis Damai (rendah hati, tenang, sabar, seimbang). Pengelompokan tsb, mula-mula ditetapkan oleh Hippocrates, 2400 tahun lalu. IMHO, isi buku-nya sangat well-organized.
Oleh : Ibn_dja'far
Maintenance-Marboth
Sumber inspirasi: Tarbawi, Edisi 6 Mei 2010.
Tanda tanya. Itulah salah satu tanda untuk mengakhiri sebuah pertanyaan. Bentuknya unik, berkelok seperti tersirat bahwa ada sesuatu yang harus diluruskan, entah kebenarannya, faktanya, keasliannya, atau yang lainnya tergantung dari jenis pertanyaan yang kita ajukan. Bertanya itu perlu, dan sudah memang seharusnya kita selalu mengajukan pertanyaan atas ketidaktahuan kita akan sesuatu, karena sejatinya hidup ini tidak lain berawal dari "tidak tahu"-"tahu"-dan "tidak tahu" lagi, alias lupa(pikun).
Namun, tak semua pertanyaan bersifat konstruktif. Ada beberapa pertanyaan yang justru menjadi persoalan dalam komunikasi. Akarnya adalah motif atau niat dalam bertanya.
Maintenance-Marboth
Sumber inspirasi: Tarbawi, Edisi 6 Mei 2010.
Tanda tanya. Itulah salah satu tanda untuk mengakhiri sebuah pertanyaan. Bentuknya unik, berkelok seperti tersirat bahwa ada sesuatu yang harus diluruskan, entah kebenarannya, faktanya, keasliannya, atau yang lainnya tergantung dari jenis pertanyaan yang kita ajukan. Bertanya itu perlu, dan sudah memang seharusnya kita selalu mengajukan pertanyaan atas ketidaktahuan kita akan sesuatu, karena sejatinya hidup ini tidak lain berawal dari "tidak tahu"-"tahu"-dan "tidak tahu" lagi, alias lupa(pikun).
Namun, tak semua pertanyaan bersifat konstruktif. Ada beberapa pertanyaan yang justru menjadi persoalan dalam komunikasi. Akarnya adalah motif atau niat dalam bertanya.
- Ada pertanyaan yang hadir karena Kesombongan
Oleh : Dwi Apriyanto
HRD-Marboth
Berbagai jalan kebaikan enggan ditempuh. Sholat malam malas dikerjakan. Puasa sunah tidak pernah dilakukan. Majlis ta’lim jarang dihadiri. Rukuk dan sujud di masjid sering ditinggalkan. Membaca Al Quran tidak diminati. Menolong orang enggan dilakukan. Infaq fi sabilillah terasa berat. Menyeru kebaikan dan mencegah kejahatan sungkan dilakukan. Perintah Allah tidak dikerjakan. Berbagai jalan kemaksiatan terus ditempuh. Hawa nafsu senantiasa diikuti. Lisan berkata kotor dan tidak berguna. Sifat malas selalu melekat. Kebohongan biasa dilakukan. Aurat yang tidak ditutup rapat. Mendholimi orang lain sering dilakukan. Larangan Allah terus dilanggar. Berbagai kebaikan enggan dilakukan dan berbagai kejahatan terus dilakukan. Bagaimana ini? Masihkah ada cara memperbaiki diri? Apa yang harus dilakukan?
Semasih nyawa belum dicabut, kesempatan memperbaiki diri masih terbentang luas. “Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An Nisaa: 110]. Sebelum seorang dokter memberikan resep obat, dokter akan
Semasih nyawa belum dicabut, kesempatan memperbaiki diri masih terbentang luas. “Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An Nisaa: 110]. Sebelum seorang dokter memberikan resep obat, dokter akan
Do’a merupakan permohonan seorang hamba kepada Rabbnya untuk memperoleh sesuatu yang diharapkan atau sesuatu yang dicita-citakan. Tidak hanya orang beriman yang berdo’a kepada Allah. Orang kafir pun merasa butuh berdo’a kepada Allah. Orang-orang kafir yang berdo’a kepada Allah diceritakan dalam surat Al An Kabut ayat 45. “Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)”. Bahkan Iblis sekalipun makhluk yang paling durhaka berdo’a kepada Allah. Iblis memohon kepada Allah dalam surat Al A’roof ayat 14-15. “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan. Allah berfirman: Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”
Ada dua tipe orang dalam berdoa kepada Allah.
Ada dua tipe orang dalam berdoa kepada Allah.
Hampir seluruh kejahiliyahan di dunia ini berbentuk nyata. Kejahiliyahan itu bukan sekedar teori di otak. Tapi kejahiliyahan itu benar-benar ada teorinya dan ada wujud nyatanya dalam kehidupan. Sistem komunis itu ada teorinya dan ada pula wujud nyatanya,buktinya ada negara komunis yang diatur secara komunis. Hukum yang berlaku di Indonesia bukanlah hukum islam, jika ditelusuri hukum yang berlaku di Indonesia pun ada teorinya juga. Bank konvensional itu benar-benar ada dan dia ada teorinya juga. Sekali lagi, kejahiliyahan itu pasti berwujud nyata bukan sekedar teori. Dan bahkan ada kejahiliyahan itu yang tidak punya teori sama sekali tapi ada wujud nyatanya. Pencuri ayam jika tertangkap dan kita bertanya kepadanya apa dasar teorinya mencuri, maka mereka pun akan bingung karena memang mereka tidak punya dasar teori yang jelas untuk melakukan itu. Tapi yang jelas mencuri ayam itu benar-benar ada dan dilakukan orang dan tidak perlu landasan teori yang kuat untuk melakukan itu. Kejahiliyahan itu benar-benar berwujud nyata dan bukan sekedar teori di otak.
Untuk menghilangkan kejahiliyahan yang berbentuk nyata itu maka diperlukan kebaikan yang berbentuk nyata juga bukan sekedar kebaikan yang berbentuk teori. Maka islam akan mampu menghilangkan kejahiliyan itu kalau
Untuk menghilangkan kejahiliyahan yang berbentuk nyata itu maka diperlukan kebaikan yang berbentuk nyata juga bukan sekedar kebaikan yang berbentuk teori. Maka islam akan mampu menghilangkan kejahiliyan itu kalau






